Tuesday, October 11, 2005

PROBLEMATIKA REMAJA

PROBLEMATIKA REMAJA ISLAM

  1. PENDAHULUAN
Remaja adalah selaku tunas harapan bangsa dan Negara, yang pada masa akhir –akhir ini menarik perhatian kita semua. Kita sering mendengar atau membaca tentang perkelahian pelajar antar sekolah, masalah remaja  morfinis  yang berakibat fatal bagi masa depan mereka. Remaja yang meninggalkan bangku sekolah, hidup santai masuk keluar klab  malam, mengganggu keamanan masyarakat sekitar dan sebagainya.

Fakta menunjukkan bahwa semua tipe kejahatan remaja itu semakin bertambah jumlahnya dengan semakin lajunya industrialisasi dan urbanisasi. Di kota-kota industri dan kota-kota besar yang cepat berkembang secara fisik, terjadi kasus kejahatan yang jauh lebih banyak dari pada dalam masyarakat primitive atau di desa-desa

Kejahatan yang dilakukan remaja pada intinya merupakan produk dari kondisi masyarakat dengan segala pergolakan social yang ada di dalamnya, kejahatan anak remaja ini disebut sebagai salah satu penyakit masyarakat, yaitu segala bentuk tingkah laku yang dianggap tidak sesuai, melanggar norma-norma umum dan agama, adapt istiadat, hokum formal. Perbuatan  tersebut merupakan kenakalan atau delinkuensi remaja.

  1. FAKTOR KENAKALAN REMAJA
Faktor atau pengaruh yang mendorong semakin intensipnya kenakalan remaja dapat dilukiskan melalui bagan dibawah ini.
















  • Tuliskan hal-hal yang menjadi masalah kalian (pribadi) saat ini sebagai remaja

  • Tuliskan problematika remaja muslim secara umum


  1. WUJUD DELINKUENSI REMAJA

Kita memahami istilah delinkuensi remaja dan tidak memakai kenakalan remaja, karena perbuatan yang dilakukan oleh remaja akhir-akhir ini tidak termasuk kenakalan, tetapi termasuk delinkuensi yang berarti perbuatan seorang anak atau remaja yang melanggar hokum. Prilaku delinkuensi adalah perilaku jahat, dursila durhaka, melanggar social dan hokum serta  agama sebagai akibat dari proses pengkondisian lingkungan terhadap peribadi anak yang dilakukan oleh anak muda  tanggung usia              
Wujud perilaku delinkuensi ini adalah
  1. keributan di jalanan yang mengganggu keamanan lalulintas yang membahayakan diri sendiri dan orang lain

  2. vandalism (perilaku  kasar dan kejam ) ugal-ugalan, berandalan, urakan yang selalu mengacau ketentraman sekitar

  3. perkelahian antar geng, antar kelompok, sekolah serta tawuran sehingga kadang-kadang membawa bahaya

  4. membolos sekolah lalu menggelandang sepanjang jalan atau bersembunyi di tempat terpencil sambil melakukan eksperimen  asusila

  5. kriminalitas berupa perbuatan mencuri, maling, mencopet, memeras, merampok, merampas, menyerang, mengamcam, intimidasi. Pada hal jelas perbuatan itu dilarang agama



QS: AL-MAIDAH ayat 38







Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

  1. berpesta pora (melaksanakan pesta-pesta yang berlebihan)

  2. perkosaan dan tindak-tindak immoral seksual secara terang-terangan tanpa tendeng aling-aling, tanpa rasa malu dengan cara kasar.Ada seks dan cinta bebas tanpa kendali akibat dari peredaran foto-foto , cerita, film-film cabul
QS: AL-ISRO ayat 17 : 32








Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.

  1. kecanduan dan ketagihan narkotika yang erat bergandengan dengan tindak kejahatan , judi
QS: AL-MAIDAH ayat 90








Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.

  1. komersialisasi seks, pengguguran janin oleh gadis-gadis yang tak bertanggung jawab atau ibu-ibu yang tidak menikah

  1. tindakan radikal dan ekstrin dengan cara kekerasan dan pembunuhan yang dilakukan remaja-remaja
QS: AN-NISSA ayat 93







Dan barangsiapa yang membunuh seorang mu'min dengan sengaja, maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.



  • KONSEP ISLAM TENTANG PERGAULAN REMAJA SUPAYA TERHINDAR DENGAN DELINKUENSI REMAJA

  • mampu menjaga lisan

  • saling mendoakan dengan membiasakan mengucap salam
QS: AN-NISSA ayat 86








Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu.


  • mempunyai sifat qonaah yang sangat erat hubungannya dengan nilai-nilai budi pekerti lainnya, antara lain jujur, amanah, cerdas
QS : AL-ANFAL ayat 58










Dan jika kamu khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu golongan, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat.


  • mampu menjauhi sikap iri, dengki dan aniaya
QS : AL-BAQARAH ayat 90











Alangkah buruknya (perbuatan) mereka yang menjual dirinya sendiri dengan kekafiran kepada apa yang telah diturunkan Allah, karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Karena itu mereka mendapat murka sesudah (mendapat) kemurkaan. Dan untuk orang-orang kafir siksaan yang menghinakan.







  • mampu menjaga tangan dari yang haram juga mampu merendahkan pandangan mata dan kehormatan
QS: AN-NUR     ayat 30










Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat".

QS: AN-NUR      ayat 31

















Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.



  • makna hidup

  • tujuan hidup
QS : AL-AN’AM ayat 163






tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)".

  • tugas hidup
QS : ADZ-DZARIYAT ayat 56







Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.


  • peranan hidup dan membelanya

QS : AL-AN’AM ayat 165











Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya, dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

QS : ALI-IMRON ayat 110










Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.



  • pedoman hidup
QS: ISRO ayat  9









Sesungguhnya Al Qur'an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar,

QS : AN-NISSA ayat 59










Hai orang-orang yang beriman, ta`atilah Allah dan ta`atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

QS : AN-NISSA ayat 105








Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang yang khianat,



  • teladan hidup
QS : AL-AHZAB ayat 40








Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.



  • kawan hidup
QS: AL-HUJURAT ayat 10







Sesungguhnya orang-orang mu'min adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.




  • lawan hidup
QS: AL-BAQARAH ayat 168







Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.

QS:AL-AN’AM ayat 142











Dan di antara binatang ternak itu ada yang dijadikan untuk pengangkutan dan ada yang untuk disembelih. Makanlah dari rezki yang telah diberikan Allah kepadamu, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu,


  • bekal hidup
QS : AL-JATSIYAH : 13











Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir.


Sunday, October 09, 2005

Sehat dengan Puasa

Sehat dengan Puasa
Oleh : Prof Dr dr H Dadang Hawari
Kewajiban berpuasa, tersurat dalam Surat Albaqarah ayat 183. Ayat itu berbunyi, ''Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.'' Ayat tersebut menunjukkan tujuan puasa adalah menciptakan ketakwaan kepada Allah SWT. Dengan bertakwa, seorang hamba akan selalu taat dan patuh menjalankan perintah-Nya serta takut melanggar larangan-Nya. Dalam Surat Al Hujurat ayat 13 Allah SWT berfirman ketakwaan adalah tanda bagi kemuliaan seseorang.

Berpuasa di bulan Ramadhan itu wajib hukumnya. Bila dikaji lebih mendalam, inti dari puasa adalah pengendalian diri (self control). Orang yang sehat jiwanya adalah orang yang mampu menguasai dan mengendalikan diri terhadap dorongan-dorongan yang datang dari dalam diri maupun dari luar.
Nabi Muhammad SAW bersabda, ''Puasa itu bukanlah sekedar menahan diri dari makan dan minum, akan tetapi sesungguhnya puasa itu adalah mencegah diri dari segala perbuatan sia-sia serta menjauhi perbuatan yang kotor dan keji.'' (HR Al Hakim). Hadits tersebut memberi penjelasan bahwa seperti halnya shalat, puasa juga dapat mencegah manusia dari perbuatan keji dan munkar.
Tapi, mengapa ada orang yang puasa sambil melakukan pelanggaran hukum, norma, moral, dan etika? Orang yang seperti ini tergolong sebagai orang yang lalai dalam menjalankan ibadah puasanya. Mereka berpuasa tidak dengan sungguh-sungguh, dan tidak diniatkan karena Allah SWT. Mereka berpuasa hanya untuk riya, sehingga tidak akan mendapatkan ketakwaan dari puasanya.
Dengan berpuasa, orang akan terbebas dari beban rasa bersalah dan berdosa karena perbuatannya di masa lampau. Puasa juga menjadi sarana pelatihan pengendalian hawa nafsu. Rasulullah SAW menyebutkan pengendalian hawa nafsu ini sebagai peperangan besar. Dalam salah satu hadits, Nabi SAW bersabda, ''Sesungguhnya peperangan terbesar (di muka bumi) adalah peperangan melawan hawa nafsu dirinya sendiri.'' (HR Thabrani di Baihaqi).
Untuk bisa menang dalam peperangan itu, kita harus meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Dengan dua senjata itu, harta, tahta, dan wanita yang kerap mengalahkan hawa nafsu, bisa kita tundukkan. Tak hanya kesehatan ruhani yang bisa kita dapatkan dari puasa. Dari berbagai penelitian ilmiah juga terbukti puasa dapat meningkatkan kesehatan fisik, psikologik, sosial, dan spiritual.
Setelah menjalankan puasa sebulan penuh, umat Islam kemudian mendapatkan Hari Kemenangan yang disebut Idul Fitri. Idul Fitri artinya kembali kepada fitrah, kembali kepada kesucian. Pada dasarnya fitrah manusia adalah suci, terlepas apakah kelahirannya itu dari perkawinan yang sah maupun tidak.
Dengan demikian, puasa juga bisa menjadi ajang pensucian diri, penghapusan dosa, dan kesalahan manusia. Rasa bersalah maupun berdosa, merupakan beban mental yang tidak baik bagi kesehatan jiwa. Perasaan tersebut akan membawa manusia jatuh dalam keadaan kecemasan, depresi, dan gangguan kejiwaan lainnya.
Dalam tradisi kita, perayaan Idul Fitri selalu diwarnai dengan halal bi halal. Satu sama lain bersilaturrahmi saling memaafkan. Dari sisi kesehatan jiwa, tradisi ini sangatlah baik. Aktivitas ini juga akan membantu kita mengurangi perasaan bersalah kepada orang lain.

Thursday, October 06, 2005

FotoFoto Suparman

Foto-Foto Suparman
















































































































BELAJAR VISUAL BASIC

1. BELAJAR MENGGUNAKAN WAKTU

















Dim AWAL, AKHIR, LAMA As Single
Private Sub Command1_Click()
If Command1.Caption = "START" Then
AWAL = Now
Text1.Text = Format(AWAL, "HH:MM:SS")
Command1.Caption = "STOP"

ElseIf Command1.Caption = "STOP" Then
AKHIR = Now
Text2.Text = Format(AKHIR, "HH:MM:SS")
LAMA = AKHIR - AWAL
Text3.Text = Format(LAMA, "HH:MM:SS")
Command1.Caption = "END"

ElseIf Command1.Caption = "END" Then
End
End If
End Sub

Private Sub Timer1_Timer()
If Command1.Caption = "STOP" Then
Text2.Text = Format(Now, "HH:MM:SS")
Text3.Text = Format(Now - AWAL, "HH:MM:SS")
End If

End Sub

Warning : perhatikan properties timer1 dengan interval sama dengan 1
2. Belajar pencetakan
















Private Sub Command1_Click()
Dim A, B
A = 20: B = 35
Print A + B
Print A - B
Print A * B
Print A / B
End Sub

Private Sub Command2_Click()
End
End Sub

BELAJAR FLASH

BELAJAR FLASH
  1. Mengatur background
Dari menubar Klik modify kemudian pilih document, sehingga kita bisa mengatur ukuran lebar dan ketinggian serta warna dari background tersebut, selamat mencoba !

  1. Menggambar objek
Dari toolbar kita bisa membuat gambar berupa lingkaran atau persegi panjang, begitu juga kita bisa memberi warna baik pada backgroung atau tepi dari lingkaran atau persegi panjang tersebut

  1. Pemilihan Objek dan layer
Perhatikan kalau kita membuat objek berada pada posisi layer ke berapa, maka dengan memilih arrow tool objek tersebut dapat pindah


  • Transpormasi Objek

  • Mengubah warna dari suatu objek
Dengan mengklik double dari objek tersebut, kemudian pilih properties yang berada dibawah document, maka bisa memilih warna dasar dari objek begitu juga warna pinggir dari objek tersebut

  • Mengubah ukuran dri suatu objek
Dengan mengklik modify kemudian pilih transform kemudian pilih free transform

  • Animasi Pertama (Perpindahan objek dari kiri ke kanan)

  • Dengan memilih frame 1 (klik kanan) kemudian pilih create motion tween, kemudian kita pilih frame  25 (klik kanan)selanjutnya pilih insert keyframe, kemudian pindahkan objek tersebut ke kanan, untuk mengetest objek tersebut bergerak ke kanan , kita pilih menubar control kemudian pilih play atau testmovie

  • Jika ada dua layer, misalnya layer pertama berupa persegi panjang sedangkan layer kedua berupa lingkaran, tujuan kita lingkaran yang bergerak ke kanan (langkah a), maka pada layer pertama pada frame 25 (klik kanan) pilih insertframe

  • Animasi add motion guide

  • Dengan memilih frame 1 (klik kanan) kemudian pilih create motion tween, kemudian kita pilih frame  25 (klik kanan)selanjutnya pilih insert keyframe, kemudian pindahkan objek tersebut ke kanan, untuk mengetest objek tersebut bergerak ke kanan , kita pilih menubar control kemudian pilih play atau testmovie

  • Pada layer 1 klik kanan pilih add motion guide kemudin pilih line pada toolbar kemudian klik pada add motion guide kemudian buat garis pada document

  1. Suparman

RAPAT KERJA

RAPAT KERJA
SMA NEGERI 12 BANDUNG
TAHUN 2005/2006

I. BIDANG KETENAGAAN
A. Peningkatan Disiplin
  1. Peningkatan kehadiran melalui peningkatan motivasi kerja  dalam bentuk
                       penghargaan (reward) dan hukuman (punishment), berupa:
  a. memberikan penghargaan dalam bentuk material dan atau immaterial
           berdasarkan prestasi kerja.
           b. memberitahukan rekapitulasi kehadiran Guru dan TU/Karyawan pada    
               setiap akhir semester.
           c. menindaklanjuti setiap Guru dan TU/Karyawan yang melalaikan tugas,            
                  sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  1. Guru dan Karyawan yang memiliki tugas tertentu  masuk pukul 06.45 WIB.

  2. Karyawan TU masuk pukul 07.00 WIB

  3. Guru/Karyawan wajib hadir di sekolah 15 menit sebelum waktu kerja dan menandatangani jam hadir dan pulang.

  4. Guru yang mengajar jam pertama wajib membimbing siswa dalam kegiatan  
                   Imtaq (membaca ayat suci Al Qur'an).
  1. Selama KBM berlangsung, Guru dan TU wajib memperhatikan/menjaga ketertiban dan Kebersihan kelas serta lingkungannya.

  2. Kebersihan, pemeliharaan taman dan bangunan serta kelas tanggungjawab petugas kebersihan sesuai dengan tugasnya masing-masing.

  3. Rolling pembagian tugas kebersihan dilaksanakan 1 tahun sekali.

  4. Koordinator/TU menyusun jadwal kegiatan dan pelayanan terhadap siswa, guru dan masyarakat sekolah serta dinas.

  5. Mengunci dan membuka ruangan tanggungjawab petugas keamanan.

  6. Memulai dan mengakhiri waktu KBM harus tepat waktu.

  7. Tidak menggunakan waktu istirahat untuk KBM.

  8. Guru yang mengajar jam terakhir agar mengawasi siswa dalam melaksanakan penempatan kursi diatas meja.                                

  9. Selama jam kerja Guru dan Karyawan harus berada di lingkungan sekolah, kecuali yang mendapat tugas ke luar dari Kepala Sekolah.

  10. Guru dan TU/Karyawan yang berhalangan hadir harus menyampaikan
                      pemberitahuan kepada Kepala Sekolah melalui Piket.


  1. Pakaian :
a. Hari Senin dan Selasa : PSH
b. Hari Rabu dan Sabtu : pakaian bebas tetapi. Sopan
c. Hari Kamis : pakaian seragam batik
d. Hari Jum'at :
• Pakaian muslim/muslimat bagi yang beragama Islam
• Pakaian bebas rapih dan sopan bagi yang non Islam
                      e. Rapat dinas : Pakaian yang berlaku pada waktu rapat dinas dilaksanakan
          f. Upacara Nasional : seragam Pemkot Bandung.
          g. Perayaan Keagamaan (khusus untuk guru yang beragama Islam  
              berpakaian (muslim / muslimat).
          h. Guru/TU yang datang ke sekolah diluar jam kerja diwajibkan berpakaian  
              sopan.
  1. Penjualan buku pelajaran dilakukan oleh koprasi sekolah

  2. Guru tidak dibenarkan menambah jam pelajaran diluar intra tanpa seijin
      sekolah          

B. Peningkatan Profesi :
    1. Memberikan kesempatan kepada seluruh guru/TU untuk mengembangkan diri
        dalam meningkatkan keilmuan dan karier melalui pendidikan formal yang lebih  
        tinggi, diklat, penataran, semiloka dan lain-lain.
   2. Optimalisasi kegiatan MGMP, baik tingkat Sekolah, Wilayah maupun tingkat
       Kota.

C. Peningkatan Karier
     1. Wakil Kepala Sekolah dan Calon Wakil Kepala Sekolah
         a. Syarat-syarat :
1) Aktif mengajar dan atau membimbing
2) Kreatif dan inovatif
3) Memiliki dedikasi dan loyalitas yang tinggi
4) Bersikap jujur dan adil
5) Mampu menjalin kerjasama dengan semua warga, sekolah
6) Berpengalaman mengajar/membimbing di SMAN 12 Bandung sekurang-
    kurangnya 3 tahun.
7) Guru yang sedang dan atau telah menjadi Wakasek dapat diusulkan untuk
                menjadi Calon Kepala Sekolah.


b. Penetapan Wakasek atau Calon Kepala Sekolah:
1) Penetapan Wakasek dan Calon Kepala Sekolah merupakan hak prerogatif
    Kepala Sekolah, dengan terlebih dahulu mengkonsultasikan kepada. guru
    yang akan diangkat.
2) Dalam penetapan tersebut, Kepala Sekolah akan mempertimbangkan
    usulan dari para guru.

c. Masa tugas Wakil Kepala Sekolah
1) Masa tugas wakil kepala sekolah selama dua tahun dan dapat diangkat
     kembali untuk satu masa tugas berikutnya.
2) Guru yang telah melaksanakan tugas sebagai Wakasek selama dua kali masa    
     tugas berturut-turut dapat ditugaskan kembali menjadi Wakasek
     apabila telah melewati masa tenggang waktu sekurang-kurangnya satu kali
     masa tugas.

2. Pengangkatan Wali Kelas, Koordinator, Pembina dan tugas tambahan lainnya
          merupakan hak prerogatif  Kepala Sekolah.

D. Peningkatan Kegiatan MGMP :
  1. Ditetapkan hari kegiatan MGMP setiap mata pelajaran untuk membahas
a. Administrasi Guru
b. Masalah yang berhubungan dengan KBM
c. Infomasi hasil kegiatan MGMP tingkat Kota atau Wilayah.
  1. Hasil MGMP dilaporkan kepada Kepala Sekolah melalui Wakasek Kurikulum
          sekurang-kurangnya satu kali dalam. satu bulan.
  1. Anggota MGMP senior dapat membimbing anggota yang lainnya dalam hal
          pelaksanaan KBM.

II. BIDANG KURIKULUM
     A. Kegiatan Belajar Mengajar
         1. Dilaksanakan enam hari kerja untuk kelas III dan untuk kelas X dan XI lima hari
         2. Jumlah jam pelajaran:
a. Kelas X     = 45
b. Kelas XI      = 45
c. Kelas III     = 43
        3. Jadwal Kegiatan Belajar Mengajar :












































     B. Pembagian Tugas Mengajar
         1. Tidak mengikuti siswa.
         2. Rolling berdasarkan kesepakatan MGMP.

     C. Hari KBM Guru/BK:
         1. Wajib hadir/mengajar : empat hari
         2. Hari administrasi : satu hari
         3. Hari MGMP : satu hari
         4. Bagi guru yang mengajar jam pertama dan TU wajib Upacara Bendera hari Senin     
         5. Bagi guru yang tidak mengajar pada hari senin wajib mengikuti Upacara minggu  
            pertama setiap bulannya.

     D. Piket KBM
          1. Petugas Piket terdiri dari 2 orang guru, 1 orang Wakasek.
          2. Perangkat Administrasi Piket terdiri dari
     a. Daftar Hadir Guru yang mengajar
     b. Daftar Ketidakhadiran Guru
     c. Buku Piket
     d. Catatan Penanganan Siswa
     e. Catatan Keterlambatan Siswa
     f Blanko Surat Izin Masuk/Keluar, dan Memakai Jaket
     g. Blanko Surat Penggilan Siswa
      
3. Dispensasi untuk siswa ditandatangani oleh Kepala Sekolah atau Wakasek terkait
         4. BK membantu membuat rekapitulasi keterlambatan siswa, dan turut serta dalam  
             menindaklanjutinya.



     E. Pembelajaran Komputer dilaksanakan sebagai kegiatan intrakurikuler, hasil          
         Penilaian dicantumkan dalam Buku Laporan Pendidikan sebagaimana mata    
         pelajaran yang lainnya.

     F. Pembagian Siswa per Kelas
         1. Tidak ada kelas unggulan
         2. Prestasi akademis dan non akademis siswa disebar dengan perbandingan yang    
             merata dan atau seimbang pada setiap kelas.
         3. Perbandingan jenis kelamin seimbang pada setiap kelas.
    
     G. Penjurusan :
         1. Mengacu kepada kriteria penjurusan dari Depdiknas
         2. Mempertimbangkan hasil psikotes yang dipadukan dengan prestasi akademis.
         3. Hasil psikotes diserahkan oleh BK kepada wali kelas untuk ditindaklanjuti.
         4. Wali kelas beserta BK menentukan jurusan.

     H. Kenaikan Kelas :
         1. Mengacu kepada kriteria kenaikan kelas dari Depdiknas
         2. Nilai Rapor dari guru diserahkan kepada bagian Kurikulum dan diolah  
             menjadi Leger sementara  dan diserahkan kepada Wali Kelas untuk
             dipertimbangkan pada rapat verifikasi.
        3.     Mempertimbangkan hal-hal nonakademis (sikap, prestasi ekskul yang membawa
            nama baik sekolah).

  1. Guru menentukan SKBM Sekolah mata pelajaran dan indikator  mata pelajaran.

J. Evaluasi Harian, Semester, dan UAN :
1. Evaluasi Harian :
a. Hasil ulangan diserahkan kepada siswa
b. Nilai ulangan dilaporkan kepada Bagian Kurikulum untuk diteruskan kepada
    BK dan ditampilkan dalam bentuk Grafik.
c. Dilaksanakan remedial bagi siswa yang belum mencapai ketuntasan belajar.
d. Hasil evaluasi tengah semester disampaikan kepada orang tua siswa.
         2. Evaluasi Semester dah UAN :
a. Hasil evaluasi dianlisis oleh masing-masing guru.
b. Hasil evaluasi direkap oleh petugas dan dicantumkan pada papan informasi.
c. Data siswa yang masuk Perguruan Tinggi diinformasikan pada papan
    informasi.

     K. Administrasi Guru dan Wali Kelas
1. Administrasi guru setiap semester dilaporkan kepada Kepala Sekolah melalui    
    Wakasek Kurikulum.
2. Wali Kelas melaporkan data keadaan siswa kepada Kepala Sekolah setiap  
    bulan.
3. Wali Kelas melaporkan data kemajuan/kemunduran siswa kepada BK untuk
     pembinaan selanjutnya.
4. Wali Kelas dan guru BK harus memiliki buku khusus prestasi dan keadaan
    siswa.

     L. Pemantapan dan Praktikum Tambahan Untuk Siswa Kelas III
1 . Akan diselenggarakan Pemantapan dan Praktikum tambahan untuk siswa kelas
     III sebagai persiapan menghadapi UAN.
2. Pemantapan dan Praktikum Tambahan untuk mata pelajaran yang di UAN kan.
3. Waktu pelaksanaan Pemantapan : Januari s.d. April 2004
4. Waktu pelaksanaan Praktikum : September, Oklober dan Nopember 2003
5. Biaya dibebankan kepada APBS dan swadaya orang tua siswa.

     M. Kelompok Pecinta Mata Pelajaran : dibentuk berdasarkan minat dan prestasi serta
            dibina oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan bersama BK.
    
      N. Pergelaran dan Pameran Seni pengganti patromak
1. Jadwal disesuaikan dengan kalender pendidikan
2. Pengelolaan dikoordinasikan antara siswa, guru mata pelajaran pendidikan seni  
    dan wali kelas.
3. Tempat dilaksanakan di sekolah atau tempat lain yang representatif dan
    diizinkan.
4. Biaya dihimpun dari swadaya siswa
5. Orang tua siswa diundang untuk menyaksikan pada waktu pembagian raport.

     O. Menghadapi pelaksanaan KBK:
           1. Diselenggarakan sosialisasi dan pelatihan pelaksanaan KBK.
           2. Tahun pelajaran 2005/2006 diharapkan guru mengevaluasi dan meningkatkan  
               langkah-langkah pelaksanaan KBK secara bertahap.



III. BIDANG KESISWAAN
      A. Menyelenggarakan Workshop penyusunan program OSIS dan tata tertib siswa
      B. Peningkatan Pelaksanaan Kegiatan Wawasan Wiyatamandala
1. Menyediakan tata tertib siswa
2. Sosialiasi tata tertib siswa kepada seluruh warga sekolah
3. Pengawasan, pengendalian dan penanganan dalam hal pelaksanaan tata tertib    
    siswa dilaksanakan oleh semua unsur yang dikoordinasikan dengan Bidang  
    Kesiswaan, Kepala Sekolah sampai dengan orang tua siswa.

C. Optimalisasi Manajemen Organisasi Siswa Intra Sekolah ( OSIS )
1. Meningkatkan kualitas, frekuensi, koordinasi dan mekanisme pembinaan
2. Meningkatkan dukungan dari berbagai unsur sekolah.
3. Melengkapi sarana dan prasarana organisasi yang representatif
4. Meningkatkan tertib administrasi organisasi.

      D. Optimalisasi Ketertiban dan Manajemen Kegiatan Ekstrakurikuler:
1. Meningkatkan kualitas, frekuensi, koordinasi dan mekanisme pembinaan
2. Melengkapi sarana dan prasarana kegiatan yang representatif.
3. Meningkatkan pengelolaan dan pengawasan kegiatan ekstrakurikuler
4. Menjalin kerjasama dan koordinasi dengan para pelatih terutama dalarn bidang
    pernbinaan sikap dan mental.

       F. Meningkatkan Kualitas Proses dan Hasil LDKS:
1. Menetapkan model dan metode kegiatan yang efektif
2. Membentuk Team Narasumber/Fasilitator Penyelenggaraan
3. Dukungan sarana dan prasarana yang tersedia

IV. BIDANG SARANA
      A. Perencanaan
1. Penambahan dan atau pemindahan ruangan.
2. Melengkapi sarana, penunjang.
3. Perbaikan fasilitas dan sarana.
4. Program Bersih, Rindang, dan Tertib
5. Penertiban pemakaian/peminjaman barang milik sekolah.




       B. Pengadaan/Pemindahan/Modifikasi
            1. Ruangan :
a. Ruang Kelas sebanyak 1 kelas
b. Ruang Multimedia / Lab IPA / Lab IPS
c. Ruang Guru
d. Ruang Ganti Pakaian
e. Ruang UKS Putra & Putri
f. Menyediakan sarana ibadah (mesjid)
g. Penempatan kantin sekolah yang strategis.

2. Sarana Penunjang/Lingkungan :
                  a. Komputer untak Lab Komputer, Ruang Guru, Perpustakaan, BK
b. Lemari/rak penyimpanan Piala
c. Rak Buku, rak sepatu
d. Bak lompat jauh, loncat tinggi dan galah
e. Alat penerangan
f. Lemari P3K
g. Perlengkapan Pembinaan Imtaq:
1) Perangkat alat shalat
2) Qur'an
3) Tafsir
4) Hadits
5) Buku Keagamaan
h. Alat bantu KBM
i. Karpet untuk ruangan komputer
j. Papan Informasi
k. Gorden ruangan guru
l. Peralatan Kesenian
m. Papan Slogan/Peringatan/Himbauan/Motto d1l.
n. Pot bunga
o. Tempat sampah
p. Ruangan SPP dan DSP
q. Ruang studio dan upacara





V. BIDANG HUMAS
A. Hubungan, Kerjasama dengan Pihak Luar
1. Menjalin hubungan yang harmonis dengan pihak luar:
a. Masyarakat di lingkungan sekolah (Pussenif)l- khususnya bidang keamanan,
b. Instansi lain Masyarakat Umum/Orang tua:
1 )     Mengusahakan beasiswa bagi siswa yang berprestasi dan tidak mampu.
2)     Mendatangkan narasumber untuk menambah pengetahuan/wawasan bagi guru/TU, maupun siswa.
3)     Memfasilitasi kegiatan Musyawarah Komite Sekolah dengan Orang tua siswa pada awal tahun pelajaran.
4)     Memfasilitasi pertemuan Komite Sekolah dengan Sekolah.
5)     Menyampaikan informasi sekolah secara berkala kepada guru, karyawan, dan siswa/orang tua siswa.
6)     Mensosialisasikan kebijakan-kebijakan kepada warga sekolah.
7)     Mensosialisasikan kebijakan sekolah kepada pihak luar,
8)     Mengelola dan menertibkan kegiatan promosi produk di sekolah.

2. Meningkatkan Keharmonisan Hubungan  antar Warga Sekolah.
a. Menyelenggarakan pertemuan informal melalui kegiatan vang diikuti dan
    dihadiri oleh seluruh guru dan karyawan.
b. Menyelenggarakan Wisata Keluarga yang dikuti oleh seluruh guru dan
    karyawan beserta keluarga masing-masing sekurang-kurangnya sekali dalam        
    satu tahun disesuaikan dengan keadaan keuangan.
c. Menvelenggarakan kegiatan olah raga dan seni yang dikuti oleh seluruh guru
    dan karyawan.
d. Membebaskan DSP bagi guru/karyawan yang menyekolahkan putra/putrinya
    di SMAN Negeri 12 Bandung.
e. Memberikan tunjangan pendidikan bagi guru/karyawan yang menyekolahkan
putra/putriya di SMA lain nominalnya disesuaikan dengan  kemampuan keuangan SMA Negeri 12 Bandung.
f.  Menyediakan pakaian seragam untuk guru dan TU/karyawan setiap tahun.
g. Menyelenggarakan pengajian bagi guru/TU setiap hari Jum'at siang.
h. Mengunjungi keluarga warga sekolah yang mendapat kebahagiaan ataupun
    musibah.


                              KEPALA SMA NEGERI 12 BANDUNG



DINAMIKA GERAK LURUS

DINAMIKA GERAK LURUS

Seorang Ilmuwan Inggris yang bernama Sir Isaac Newton (1642-1737) mengemukakan tiga hukum mengenai hubungan antara gaya dan gerak yang disebut Hukum I Newton Hukum II Newton,dan Hukum III Newton.

1. Gaya

a. Hukum I Newton
Pada dasarnya setiap benda bersifat lembam , artinya setiap benda bersifat untuk mempertahankan keadaannya .
Jika resultan dari gaya-gaya yang bekerja pada benda sama dengan nol , maka benda tsb:
1.jika dalam keadaan diam akan tetap diam atau ;
2.jika sedang bergerak lurus beraturan akan tetap bergerak lurus beraturan.

Kelembaman . Sifat kelembaman itu dapat dirasakan pada saat naik kendaraan. Peranyataan di atas dikenal dengan Hukum I Newton .atau Hukum Misalnya , pada saat kita naik kendaraan atau kereta api.Bila kendaraan yang ditumpangi dengan tiba-tiba direm maka badan atau tubuh kita akn terdorong ke depan atau tubuh kita akan terdorong ke belakang bila dengan tiba-tiba kendaraan yang kita tumpangi bergerak maju dari keadaan diam.
Secara matematis Hukum Newton I dapat dinyatakan :
               
          (E = 0



Contoh 1
Letakkan selembar kertas diatas sebuah meja .Kemudian letakkan sebuah benda diatas kertas tadi.Tarik kertas tsb dengan cepat , apa yang dapat diamati dari peristiwa tsb?
Penyelesaian
Benda yang terletak diatas kertas tsb akan tetap diam . Sesuai dengan hukum kelembaman jika benda dalam keadaan diam akan tetap diam untuk mempertahankan kelembamannya. Perumusan dari Hukum I Newton ;
(F = 0...................................(1)

Artinya ,resultan gaya-gaya yang bekerja pada benda sama dengan nol . Bila resultan gaya-gaya pada sebuah benda sama dengan nol ,berarti benda tsb tidak memiliki percepatan atau percepatan benda sama dengan nol.

               
                                   F2                        F1                    Gambar 1
                    



b. Hukum II Newton          
Apabila resultan gaya-gaya yang bekerja pada sebuah benda tidak sama dengan nol ,maka benda tsb akan bergerak dengan suatu percepatan.

Menurut Hukum II Newton :
Percepatan yang timbul pada suatu benda karena dipengaruhi oleh gaya F ,besarnya akn berbanding terbalik dengan masa benda.

Dalam bentuk persamaan ,Hukum II Newton  dituliskan menjadi :

a = F     atau  (F = ma
      m

dimana:
F  = gaya yang bekerja pada suatu benda (newton)
m = massa benda (kg)
a  = Percepatan benda (m/s2)

Hukum II Newton melukiskan hubungan antara percepatan yang dialami oleh sebuah benda dengan gaya yang mempengaruhi benda tsb. Ilmu yang mempelajari gerak suatu benda dengan memperhitungkan penyebab dari geraknya disebut dinamika.

Satuan Gaya
Dalam MKS,gaya diukur dalam satuan newton sedangkan dalam cgs ,gaya diukur dalam satuan dyne.
1 newton    =  1 Kg.m/s2
1 dyne        =  1 g cm/s2


c.Hukum III Newton
     Apabila suatu benda mengerjakan gaya pada benda lain ,maka benda yang kedua ini juga  akan mengerjakan gaya pada benda pertama yang sama besarnya dengan arah yang berlawanan.
     Pernyataan ini dikenal dengan Hukum III Newton.Hukum III Newton sering disebut dengan Hukum Aksi-Reaksi.
     Ciri-ciri dua benda memenuhi  hukum aksi reaksi adalah:
  1. Gaya yang bekerja pada dua benda sama besar.

  2. Gayanya memiliki arah yang berlawanan

  3. Gayanya  bekerja  pada titik tangkap yang sama

Contohnya pada sebuah buku yang diletakkan diatas meja ,buku akan menekan meja dengan gaya vertikal ke bawah yang besarnya N’ (aksi) sehingga meja pun akn menekan buku dengan gaya yang sama besar , tetapi dengan arah vertikal ke atas (reaksi).Gaya reaksi oleh meja terhadap buku disebut gaya normal (N).
Maka, N’ (gaya aksi) = -N(gaya reaksi)
dimana;
N’  =  Gaya tekan buku terhadap meja
N   =  gaya normal
     Wb = -N bukan merupakan gaya aksi reaksi karena keduanya bekerja pada satu titik
              yaitu buku.

                              N




                    
N’           Wb

Gambar 2
                      Gaya aksi dan reaksi antara buku dan meja
2.Gaya Berat
     Berat benda adalah massa benda yang dipengaruhi oleh gaya gravitasi bumi pada tempat benda tsb berada. Massa benda dimana-mana sama sedangkan berat benda tergantung pada besarnya pengaruh gaya gravitasi pada benda tersebut.
     Hubungan antara massa benda, berat dan percepatan gravitasi adalah :

          w = mg

dimana : w = gaya berat (newton)
            m  = massa benda (kg)
             g   = percepatan gravitasi (m/s2)

  1. Penggunaan Hukum Newton

  1. Menentukan Gaya Tegangan Tali
1.Benda dalam keadaan diam (setimbang).Dalam keadaan ini berlaku :
T-mg = 0 atau T = mg
Dengan T = gaya tegangan tali dan mg = berat benda.

     

                                T


                         
                   Gambar 3
                                mg
                         Benda dalam keadaan setimbang


     2.Benda bergerak keatas dengan kecepatan a. Dalam keadaan ini akan berlaku :
     (F = ma
     T-mg = ma
     T = mg + ma

                   T


        a


                           mg

              Gambar 4

         3.Benda bergerak ke bawah dengan percepatan a.Dalam keadaan ini akan berlaku :
     (F = ma
     mg – T =ma
     T = mg – ma
                         T

                 a


                          mg

                       gambar 5


  • Menentukan Gaya Tekan Kaki pada alas lift

  • Lift dalam keadaan diam.Gaya tekan kaki pada alas lift adalah gaya normal (N)
N = mg

  • Lift bergerak keatas dengan percepatan a
N – mg = ma
N = mg + ma
Karena pengaruh percepatan keatas ,gaya tekan kaki orang akan bertambah.

  • Lift bergerak ke bawah dengan percepatan a.
mg – N = ma
N = mg – ma
Bila lift bergerak dipercepat kebawah ,gaya tekan kaki orang pada alas lift menjadi berkurang .



           N                      N                     N     a. Benda dalam keadaan diam
                              b. lift bergerak ke atas deng-
                     a                     a                   an percepatan a
                              c. lift bergerak ke bawah de-
           mg                    mg                  mg         an percepatan a.

              Gambar 6

          c.Gerak benda yang dihubungkan dengan katrol
Dua buah benda m1 dan m2 dihubungkan dengan tali  dan dipasang pada katrol.Apabila massa tali diabaikan dan tali dengan katrol tidak ada gaya gesekan maka akan berlaku persamaan – persamaan :
     Bila m1(m2, maka sistem akan bergerak kearah m2 dengan percepatan a.
  1. Tinjau benda m1:
T – m1g = m1a
T = m1g + m1a........................(1)
  1. Tinjau benda m2 :
m2g – T = m2a
T = m2g – m2a........................(2)

Karena gaya tegangan tali dimana- mana sama maka persamaan 1 akan sama dengan persamaan 2.

m1g + m1a = m2g – m2a
m1a + m2a = m2g – m1g
(m1 + m2)a = (m2 – m1)g

                   Pesamaan percepatan benda menjadi :               T                   T

          a = (m2 – m1 ) g  .........................(3)         a                            a
                     (m2 + m1)
                                                  m1g      m2g
                                             
Jadi persamaan 3 digunakan untuk menentukan percepatan benda yang dihubungkan dengan katrol.

  1. Benda bergerak pada bidang miring
     Tidak ada gesekan antara benda dengan bidang miring , bila bidangnya licin sempurna.
Besarnya gaya normal :
N = mg cos (...............................(1)

Penyebab gerak benda adalah gaya yang sejajar dengan bidang miring , yaitu gaya mg sin ( .
F = mg sin (.................................(2)

Dari Hukum Newton II didapatkan ,

a  = F   =  mg sin (
       m       m
a  =  g sin (............................(3)

dimana
a = percepatan benda ( m/s2)
     g = percepatan gravitasi bumi (m/s2)
     (= sudut kemiringan bidang

Dengan demikian , untuk gerak benda pada bidang licin sempurna , percepatan memenuhi persamaan  3.

                              N


                              mg sin (

                  mg cos (                           (

                          Gambar 7
               Gerak benda pada bidang miring

Contoh soal :
  1. Sebuah benda massanya 0,1 kg . Pada benda itu bekerja gaya tetap sebesar 5 newton . Tentukan percepatan yang ditimbulkan !

Penyelesaian :
Diketahui :   m = 0,1 kg
        F = 5 newton

Maka , a = F    = 5  = 50 m/s2
         m     0,1

  1. Sebuah benda massanya 2 kg berada pada sebuah bidang datar yang licin sehingga kecepatan benda bertambah dari 5 m/s menjadi 7 m/s setelah menempuh jarak 6 meter. Tentukan besarnya gaya mendatar yang menyebabkan pertambahan kecepatan benda !

Penyelesaian :
Diketahui  V0   =  5 m/s
           Vt   = 7 m/s
            s    = 6 m
            m  =  2 kg
Dengan mempergunakan persamaan :
     Vt2   = V02 = 2 as
     (7)2 = 52 +  2. a . 6
  1. = 25 + 12 a

Sehingga memperoleh  :  a = 49 – 25 = 24  = 2 m/s2
  1. 12
Maka  F = ma = (2)(2)= 4 N

      3 .  Sebuah benda massanya 5 kg.Bila benda tsb mendapatkan pengaruh percepatan        gravitasi bumi 10 m/s2 , berapakah berat benda tsb ?

Penyelesaian :
w = mg
w = (5) (10) = 50 N

  1. Berat sebuah benda dipermukaan buni adalah 25 N . Berapakah berat benda tsb pada permukaan sebuah planet , bila medan gravitasi di permukaan planet dua setengah kali medan gravitasi di permukaan bumi ?

Penyelesaian :
m  = Wb =Wp  .....................(*)
          gb    gp
b untuk bumi dan p untuk planet
Diketahui  : gp = 2,5 gb

Dari persamaan (*) : 25  =  wp
                    gb      2,5gb
                    25  =  wp
  1. 25
wp = 25 x 2,5 = 62,5 N

  1. Karena pengaruh suatu gaya , sebuah benda bergerak dipercepat beraturan .apabila gaya yang bekerja pada benda diperbesar menjadi dua kali ,berapakah percepatan benda benda tsb ?

Penyelesaian :
a = F
      m
Bila F diubah menjadi dua kali , untuk m yang tetap ,maka a akan menjadi a’ yang besarnya :
a’ = 2F = 2a
        m

percepatan benda (a’) menjadi dua kali percepatan semula (a).

  1. Sebuah benda massanya 1 kg digantungkan dengan seutas tali , berapakah gaya tegangan tali ? ( g = 9,8 m/s2).

Penyelesaian:
Sesuai dengan Hukum III Newton ,tinjau tempat penggantung :
T = gaya aksi
F = gaya reaksi pada penggantung
Sehingga kalau ditinjau benda m saja :
T = w = mg
T = (1) (9,8) = 9,8 N


                           F



                           T


                                 m

                             Gambar 8
                      Benda digantung pada tali

7.  Sebuah benda beratnya 98 N (g = 9,8 m/s2) diangkat dengan gaya 100 N vertikal                ke atas, percepatan yang dialami oleh benda tsb adalah ....
Penyelesaian
     w = 98 N
w = mg
     m = w                                                                       F
             g
     m = 98  = 10 kg                         
            9,8
                                             m
Dari hukum II Newton  :  (F = ma                              
F – w = ma
100 – 98 = 10a                        w
2= 10a                         
a = 2                         Gambar 9
     10
a = 0,2 m/s2                      

                      

  1. Dua buah benda m1 dan m2 seperti pada gambar ,m1 = 2 kg dan m2 = 3 kg . Apabila massa tali diabaikan dan tidak ada gesekan antara tali dengan katrol , tentukan besarnya percepatan yang dialami oleh benda !

a = ( m2 – m1 )  g
           ( m2 + m1 )                                    
     a = ( 3 – 2 )  (10)
                   (3 + 2 )
     a = 2 m/s2

                                        
                                        m1

                                               
                                               m2

                                        Gambar 10


Percepatan benda m1 dan m2 adalah sama besar , hanya berlawanan arah . Arah m1  ke atas sedangkan arah m2 kebawah.

9. Di atas meja datar yang licin diletakkan balok kayu bermassa 1 kg. Mula-mula balok bekerja dengan kecepatan 4 m/s.Sebuah gaya yang besarnya tetap dan searah dengan arah gerak benda ,bekerja pada balok tsb.Setelah menempuh jarak 3 meter ,kecepatan balok menjadi 10 m/s .Tentukan besarnya gaya yang bekerja !

Penyelesaian :
Diketahui : V1 = 4 m/s
            V2 = 10 m/s
             m  = 1 kg
             s   = 3 m
Persamaan gerak benda :                     F                              V2
     V22    = v12 + 2 as
     (10) 2 =(4)2 + 2a(3)
  1. = 16  +  6a
6a     = 84                         s = 3 m
a       = 14 m/s2                    

     Menurut Hukum II Newton ;
     F = ma
     F = (1) (14) =14 N

10.  Tiga buah benda dihubungkan dengan katrol ,seperti pada gambar .Massa m3 =3
kg .Bila percepatan m1 adalah a1= 1 m/s2 percepatan m2 adalah a2=3 m/s2,dan g = 10 m/s2.Tentukan tegangan tali T !
Penyelesaian :
Perhatikan gambar 11!

a1 = 1 m/s2
a2 = 3 m/s2
a3 = .....

a3 = a1 + a2
     2
a3 = 1 + 3
     2
a3 = 2 m/s2

Tinjau massa m3 :
Sesuai dengan Hukum II Newton (massa katrol diabaikan),diperoleh :
m3g – 2T = m3g3
2T = m3g – m3a3
      = (3) (10) – (3) (2)
      = 30 – 6 =24
Sehingga , T  = 24   =12 N
             2
Jadi tegangan Tali T = 12 N
a1                     a2
          m1                    T                    T                m2                          T       T                      


     

                                      


                                                                    

                                                                                          a3                  m3

                              m3g
                     m3     
                         
               Gambar 11                      Gambar 12



alhamdulillah